PENGANTAR
Apa yang anda pikirkan ketika
mendengar kata mikrobiologi? Anda pasti berpikir bahwa organisme sangat kecil
yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Anda mungkin juga berpikir
tentang organisme yang hanya dapat dilihat melalui mikroskop. Anda mungkin juga
berpikir tentang kuman yang dapat menimbulkan penyakit. Pikiran atau pendapat
tersebut tidak salah, karena semuanya dipelajari dalam mikrobiologi. Jadi
mikrobiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari organisme kecil dan
lingkungannya yang hidup di seluruh tempat di permukaan maupun perut bumi,
termasuk di dalam tubuh kita. Ukuran
mikroba dapat dilihat pada Gambar 1.1

Gambar 1.1 Ukuran sel berbagai
mikroba bersel tunggal dari yang terkecil sampai yang terbesar
NILAI PENTING
MIKROBIOLOGI
Mikroba (virus, arkhaea, bakteri,
jamur, protozoa, dan alga; lihat Gambar 1.2) hidup di dalam, di atas, dan
dekat tubuh kita. Mereka memiliki
pengaruh signifikan bagi manusia dalam kesehatan dan lingkungan. Mereka menjadi
model bagi kita untuk mempelajari proses kehidupan organisme lainnya.

Gambar 1.2 Beberapa jenis mikroba
seperti bakteri Escherichia coli (A),
algae fotosintetik Cyanobacterium
(B), jamur (C), virus Ebola (D), dan parasit protozoa (E)
Peranan
Mikroba dalam Kesehatan
Jika kamu bertanya bagaimana mikroba dapat menyebabkan
suatu penyakit? Pertama, penyakit dapat ditimbulkan oleh toksin yang
dikeluarkan oleh patogen (mikroba penyebab penyakit). Kedua, penyakit dapat
ditimbulkan oleh aktivitas pertumbuhan patogen tersebut. Ketiga penyakit ditimbulkan
oleh sisa sel (endotoksin) patogen mati. Di USA pada tahun 1900 mortalitas bayi
mencapai 50%. Pembunuh utamanya adalah patogen. Penemuan antibiotika dan
vaksinasi dan perbaikan sanitasi mampu mengurangi angka kematian akibat
patogen. Tabel 1.1 menyajikan daftar patogen penting pada manusia.
Tabel 1.1 Daftar patogen penting
bagi Manusia
Mikroba/Patogen
|
Jenis
|
Problem Kesehatan
|
Rotavirus
|
Virus
|
Penyebab
utama diare bayi di dunia
|
Parvovirus
B19
|
Virus
|
Anemia
|
Cryptosporidium parvum
|
Parasit
|
Diare
akut dan kronis
|
Ebola
|
Virus
|
Demam
hemoragik Ebola / Pendarahaan dan gagal ginjal
|
Legionella pneumophila
|
Bakteri
|
Legionnaire
/ penyakit PS
|
Hanta
virus
|
Virus
|
Demam
hemoragik
|
Campylobacter jejuni
|
Bakteri
|
Diare
|
Human
T-lymphotropic virus I (HTLV-I)
|
Virus
|
Kanker
darah / leukemia
|
Toxic
strains of Staphyloccus aureus
|
Bakteri
|
Toxic
shock syndrome
|
Escherichia coli O157:H7
|
Bakteri
|
Hemolytic
uremic syndrome
|
HTLV-II
|
Virus
|
Leukemia
|
Human
immunodeficiency virus (HIV)
|
Virus
|
Acquired
immune deficiency syndrome (AIDS)
|
Helicobacter pylori
|
Bakteri
|
Penyakit
saluran pencernaan
|
Entercytozoon bieneusi
|
Parasit
|
Diare
|
Cyclospora cayetanensis
|
Parasit
|
Diare
|
Human
herpesvirus-6 (HHV-6)
|
Virus
|
Penyakit
kulit (skin rash)
|
Hepatitis
E
|
Virus
|
Hepatitis
|
Ehrlichia chaffeensis
|
Bakteri
|
Infeksi
mirip influenza
|
Guanarito
virus
|
Virus
|
Demam
hemoragik Venezuella
|
Negara-negara maju mampu mengurangi dengan cepat angka
kematian akibat infeksi mikroba patogen, tetapi tidak demikian di negara-negara
berkembang. Masih banyak dijumpai beberapa penyakit lama (DBD, diare,
influenza) dan baru (AIDS dan Flu Burung) yang mampu mengurangi populasi
penduduk. Mengetahui sumber kontaminasi dan pembatasan pertumbuhan patogen
dalam makanan mampu megurangi angka kematian penyakit akibat patogen makanan
(food-borne pathogens).
Penemuan antibiotika untuk mengontrol dan meminimalisir
pertumbuhan mikroba (pada umumnya) dan
patogen (pada khususnya) memberikan harapan terhadap penuruan angka kematian
akibat infeksi patogen. Akan tetapi, pengunaan antibiotika yang tidak
terkontrol ternyata menimbulkan masalah baru yaitu resistensi mikroba terhadap
antibiotika. Staphylococcus aureus
merupakan salah satu patogen resisten terhadap antibiotika yang sebelumnya
efektif terhadap dirinya.
Manfaat
Mikroba bagi Manusia
Mikrobiologi muncul pertama kali akibat keingintahuan
manusia untuk mengatasi berbagai penyakit khususnya akibat infeksi patogen.
Tidak dapat dipungkiri banyak mikroba yang menguntungkan manusia, tetapi tidak
dipelajari secara intensif. Sadar atau tidak kita banyak mengkonsumsi makanan
yang merupakan hasil aktivitas mikroba, bahkan kita juga mengkonsumsi mikroba
(hidup) tersebut. Tempe, tauco, kecap, oncom, dan tape merupakan makanan hasil
fermentasi mikroba khas Indonesia.
Selain sebagai fermentor, mikroba juga berperan dalam
membantu hewan dan tumbuhan dalam pertumbuhannya. Bakteri rumen berperan
penting dalam mendegradasi makanan (rumput-rumputan) hewan ruminansia, sehingga
mudah dicerna dan diserap oleh pencernaan hewan tersebut. Bakteri bintil akar
(Gambar 1.3) berperan penting sebagai penyedia nitrogen bagi tanaman leguminosa
(kacang-kacangan).

Gambar 1.3 Akar tanaman
kacang-kacangan yang terdapat bakteri bintil akar (kiri) dan yang tidak (kanan)
Peranan
Mikroba dalam Lingkungan
Mikroba mampu hidup di semua jenis lingkungan dari
lingkungan yang ekstrim (kiri; misalnya lingkungan bernilai pH<6) sampai
lingkungan yang ekstrim (kanan; misalnya lingkungan bernilai pH>). Mikroba
mampu hidup di perut bumi (daerah magma) maupun di dasar laut terdalam (sedimen
palung laut). Mikroba juga berperan sebagai penyeimbang alam. Sebagai
penyeimbang, mikroba mampu berperan sebagai produsen maupun dekomposer,
sehingga rantai makanan tidak terputus.
Sebagai produsen mikroba mampu memfiksasi karbon dioksida
menjadi sumber karbohidrat seperti dilakukan oleh sianobakteri Chlorella dan Spirogyra. Bahkan beberapa mikroba mampu menyediakan molekul
organik bagi pertumbuhan tumbuhan. Salah satu molekul organik tersebut adalah
amonia (NH3) yang diproduksi oleh mikorba penambat nitrogen seperti Rhizobium dan Anabaena.
Mikroba
sebagai Model Mempelajari Proses Kehidupan
Para ahli biologi sering mengunakan mikroba sebagai model
dalam mempelajari proses kehidupan organisme lainnya (tumbuhan dan hewan).
Seorang ahli ekologi sering menggunakan mikroba dalam mempelajari proses rantai
makanan dan mengidentifikasi molekul hasil dekomposisi. Ahli biokimia sering
mengunakan mikroba dalam mempelajari proses dan jalur-jalur metabolisme. Hampir
semua proses pewarisan keturunan dan sifat molekul DNA & RNA dipelajari
ahli genetika dari mikroba.
Mikroba memiliki
keunggulan yang tidak dimiliki oleh hewan maupun tanaman dalam hal sebagai
berikut
- Struktur mikroba sederhana.
- Pertumbuhan dan reproduksi
mikroba sangat cepat.
- Hanya memerlukan ruangan kecil.
- Biaya relatif murah dan
terjangkau.
Sehingga secara ekonomis dan ilmiah mikroba merupakan model yang
sangat baik untuk mempelajari kehidupan.
Genetika menjadi berkembang pesat setelah penemuan
struktur DNA dan transfer genetik yang menggunakan mikroba sebagai model.
Biologi sel dan molekul juga sering mengunakan mikroba sebagai model
mempelajari struktur dan aktivitas sel dan molekul. Teknik penentuan
kekerabatan organisme sekarang menuju ke arah molekul yang mana berkembang dari
penentuan kekerabatan mikroba.
CAKUPAN
MIKROBIOLOGI
Mikrobiologi
adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari makhluk hudup mikro. Oleh karena itu,
cakupan mikrobiologi meliputi 2 hal yaitu variasi (species) mikroba dan variasi
kajian ahli mikrobiologi.
Variasi
Mikroba
Berdasarkan
struktur sel, mikroba dibagi menjadi 2 jenis yaitu mikroba non-seluler dan
mikroba seluler. Mikroba seluler dibagi menjadi mikroba prokariota dan
eukariota.
Virologi
Virologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari
virus. Virus merupakan mikroba non-seluler yang bersifat paogen. Terdapat
perbedaan pendapat pada ahli biologi tentang virus. Pendapat pertama menyatakan
virus bukan organisme, dia hanya sebuah partikel. Pendapat lainnya menyatakan
virus adalah organisme karena dia mampu bereproduksi meskipun tidak independen.
Oleh karena itu, virus adalah partikel hidup yang mampu menginfeksi sel dan
hidup di dalamnya layaknya organisme. Mempelajari virus merupakan keniscayaan
ahli biologi karena semua virus adalah parasit dan patogen baik bagi manusia,
hewan, tumbuhan, dan mikroba seluler. Beberapa virus yang penting bagi manusia
adalah HIV, virus flu burung (H5N1), virus influenza, virus polio, dan virus
mozaic tembakau.
Bakteriologi
Bakteriologi adalah ilmu pengetahuan
yang mempelajari bakteri (termasuk arkhaea). Bakteri merupakan mikroba
prokariota bersel tunggal. Bakteri memiliki keanekaragaman yang menakjubkan,
baik dari sisi species, biokimia, ekologi, dan patogenesis. Dari sisi species,
bakteri merupakan mikroba yang paling sulit dikelompokkan karena struktur sel
yang serupa dan mudah bermutasi sehingga mampu menimbulkan galur atau species
baru. Dari sisi biokimia, bakteri memiliki variasi metabolisme yang kompleks.
Metabolisme pada bakteri banyak yang mirip bahkan sama dengan hewan dan
tumbuhan, tetapi terdapat metabolisme khas bakteri dan tidak dijumpai pada
hewan maupun tumbuhan. Bakteri yang penting bagi manusia adalah E. coli, Streptococcus, Lactobacillus,
Rhizobium, dan Klebsiella.
Mikologi
Mikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari jamur
(khamir, kapang, cendawan). Jamur merupakan mikroba eukariota bersel tunggal
maupun banyak. Khamir merupakan jamur bersel tunggal, kapang merupakan jamur
bersel banyak berbentuk filamen (kapas), sedangkan cendawan merupakan jamur
bersel banyak berbentuk badan buah (fruiting bodies). Jamur yang penting bagi
manusia adalah khamir Saccharomeces
dan Candida, kapang Aspergillus dan Rhizopus, cendawanGanoderma.
Parasitologi
Parasitologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari
mikroba parasit. Mikroba parasit ini meliputi protozoa dan jamur. Parasitologi
tumpang tindih dengan protozoologi (mempelajari protozoa).
Variasi
Kajian Mikroba
Variasi kajian mikroba meliputi kajian dasar, kesehatan,
dan aplikasi. Kajian dasar mikroba meliputi biokimia dan fisiologi mikroba,
genetika mikroba, dan ekologi mikroba. Kajian kesehatan mikroba meliputi
imunologi, epidemologi, etiologi, kemoterapi, dan kontrol infeksi. Kajian
aplikasi meliputi teknologi fermentasi, mikrobiologi lingkungan, mikrobiologi
industri, mikrobiologi makanan, mikrobiologi farmasi, dan rekayasa genetika.
Biokimia dan
fisiologi mikroba adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari proses
metabolisme mikroba. Pada biokimia dan fisiologi mikroba yang dipelajari adalah
substrat, proses, dan produk metabolisme pada mikroba dalam kondisi normal
maupun terkondisi perlakuan. Genetika
mikroba adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari genetika pada mikroba.
Pada genetika mikroba yang dipelajari adalah proses informasi genetika secara
normal maupun terkondisi perlakuan. Ekologi
mikroba adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari lingkungan sekitar mikroba
baik mikro maupun makro.
Imunologi
adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari proses pertahanan sel inang terhadap
infeksi patogen. Kemoterapi adalah
ilmu pengetahuan yang mempelajari pengembangan molekul untuk terapi penyakit. Epidemiologi adalah ilmu pengetahuan
yang mempelajari frekuensi dan distribusi penyakit.
Teknologi
fermentasi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari teknik-teknik
fermentasi. Mikrobiologi lingkungan
adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari aplikasi mikroba dalam memperbaiki
lingkungan baik akuatik, teresterial, dan udara. Mikrobiologi industri adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari
aplikasi mikroba dalam produksi bahan aktif untuk keperluan industri. Mikrobiologi makanan adalah ilmu
pengetahuan yang mempelajari keamanan makanan dan minuman segar maupun awetan
dari kontaminasi mikroba. Mikrobiologi
farmasi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari pengembangan produksi
vaksin, antibiotika dan substansi lainnya dari mikroba. Rekayasa genetika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari teknik
rekayasa DNA untuk menghasilkan substansi dan species unggul.
SEJARAH AWAL
PERKEMBANGAN MIKROBIOLOGI
Pada 400 th SM
Hippocrates, seorang dokter Yunani meletakkan dasar etika kedokteran dan
sampai saat ini masih diberlakukan. Hippocrates yakin bahwa penyakit dapat
tersebar melalui benda maupun pakaian yang terkontaminasi. Pada saat yang sama
sejarahwan Yunani, Thucydides mengamati bahwa seorang yang telah sembuh dari
serangan wabah mampu berdekatan dengan penderita wabah tanpa terserang wabah
kembali. Pada 1 abad SM, Varo seorang penulis, menyatakan bahwa binatang kecil
takterlihat dapat masuk ke tubuh melalui mulut dan hidung dan dapat menyebabkan
suatu penyakit.
Pada tahun 1665, ilmuwan Inggris, Robert Hooke membuat
mikroskop (2 lensa) dan mengunakannya untuk mengamati irisan sel gabus. Dia
mencetuskan istilah sel sebagai ruang kecil.
Anthony van Leeuwenhoek,
seorang pedagang dan perajin lensa menghasilkan lensa dengan kemampuan
perbesaean sampai 300X dan bebas dari distorsi (Gambar 1.4). Dia mengamati
(dengan lensanya) banyak benda bergerak dari air tergenang, orang sakit, dan
cairan dari mulutnya dan menyebutnya sebagai animalcules. Selama bertahun-tahun
dia mengamati berbagai mikroba (protozoa, alga, khamir, jamur, dan bakteri)
dengan berbagai ukuran. Pada tahun 1670-an dia menulis hasil pengamatannya dan
mengirimkan ke Royal Society di London. Setelah kematian Anthony van
Leeuwenhoek tidak ada perkembangan mikrobiologi yang berarti. Hal ini karena
lensa karyanya tidak tersebar luas.

Gambar 1.4 Desain lensa Anthony van Leeuwenhoek
dan animalcules yang teramati
Teori Kuman
(The Germ Teory of Disease)
Teori kuman menyatakan bahwa mikroba dapat menyerang
organisme lain dan menyebabkan penyakit. Pada abad pertengahan banyak orang
percaya bahwa cairan kaldu jika dibiarkan akan menjadi keruh karena sesuatu
yang ada di dalam kaldu tersebut. Bahkan fakta menunjukkan bahwa penyebab
keruhnya kaldu adalah mikroba, tetapi orang masih percaya bahwa worms (larva
lalat atau belatung) berasal dari kaldu tersebut. Konsep demikian disebut Teori
Generasi Spontan (Spontaneous Generation).

Gambar 1.5 Desain percobaan
Francesco Redi untuk menumbangkan Teori Generasi Spontan
Usaha Penumbangan Teori Generasi Spontan
Francesco Redi, seorang dokter Italia melakukan
penelitian tentang asal usul belatung dengan merancang percobaannya seperti
terlihat di Gambar 1.5. Dari percobaannya Redi melihat bahwa belatung berasal
dari telur lalat bukan dari daging. Akan tetapi, hasil penelitian Redi belum
dapat menumbangkan Teori Generasi Spontan.
Lazzaro Spallanzani juga
berusaha menumbangkan Teori Generasi Spontan dengan mendidihkan kaldu dan
menyimpannya dalam wadah tertutup rapat selama berhari-hari dan kaldu tetap
bening. Akan tetapi, usahanya masih belum dapat meyakinkan banyak orang.
Baik Redi maupun Spallanzani gagal menumbangkan Teori
Generasi Spontan karena membuat pembatas antara bahan organik dengan udara
bebas. Kekurangan ini diperbaiki oleh Louis Pasteur (Gambar 1.6), seorang
kimiawan yang tertarik pada bidang fermentasi/mikrobiologi. Percobaan pasteur
mirip dengan percobaan Spallanzani, tetapi berbeda desain wadah kaldunya.
Pasteur mendisain labu leher angsa yang menyediakan kontak antara kaldu dan
udara bebas (Gambar 1.7). Berdasarkan percobaan Pasteur tersebut Teori generasi
Spontan tumbang.

Gambar 1.6 Louis Pasteur

Gambar 1.7 Desain percobaan Louis
Pasteur dengan labu leher angsa
Kontribusi Pasteur
Selain menumbangkan Teori Generasi Spontan Pasteur
mengembangkan teknik sterilisasi yang dikenal dengan nama Pasteurisasi.
Pasteurisasi merupakan teknik sterilisasi minuman beralkohol (wine), tetapi
kemudian dikembangkan untuk sterilisasi susu. Pasteur mengembangkan teknik
sterilisasi ini karena banyak wine yang mengalami kontaminasi, sehingga rasa
wine berubah menjadi asam.
Pasteur juga mengembangkan teknik vaksinasi. Vaksini
pertama yang dikembangkan Pasteur adalah vaksin rabies. Vaksin rabies diperoleh
dari sumsum tulang belakang kelinci. Vaksin rabies dicoba pertama kali ke hewan
percobaan, kemudian dicoba ke seorang anak kecil yang terkena rabies. Selang
beberapa hari anak tersebut sehat dan tidak mati.
Pada tahun 1894 Pasteur menjadi direktur sebuah institut
penelitian di Paris. Dia mendidik dan melatih banyak orang menjadi ilmuwan
handal. Pada tahun 1895 Pasteur meninggal, sebagai penghargaan institut yang
pernah dipimpinnya dinamakan Institut Pasteur.
Kontribusi Koch
Robert Koch (Gambar 1.8) seorang dokter Jerman dan pernah
dilatih di Institut Pasteur mencetuskan suatu postulat yang dikenal dengan nama
Postulat Koch. Postolat Koch memberikan metode dalam memperkokoh Teori Kuman,
Postulat Koch yaitu
- Agen penyebab
khusus harus dijumpai pada setiap kasus penyakit.
- Organisme
penyebab penyakit dapat diisolasi dalam kultur murni.
- Inokulasi kultur
tersebut ke orang sehat atau hewan harus menghasilkan penyakit yang sama.
- Organisme
penyebab penyakit dapat diisolasi dari orang atau hewan yang terinokulasi
dan sama dengan kultur murninya.
Koch juga mengembangkan
teknik isolasi dan pembuatan kultur murni dengan mengunakan substansi pemadat
yaitu agar. Teknik ini diperoleh atas saran Angelina Fannie dan Walter Hesse.

Gambar 1.8 Robert Koch
Sejak diformulasikan Postulat Koch dan pemakaian agar,
maka mikrobiologi berkembang menuju ke arah teknik dasar dalam mikrobiologi.
Perkembangan teknik dasar mikrobiologi terangkum dalam Tabel 1.2
Tabel 1.2 Perkembangan teknik dasar
mikrobiologi
Tahun
|
Penemu
|
Teknik
yang Dikembangkan
|
1664
|
Robert Hooke
|
Membuat mikroskop pertama dan mendeskripsikan sel mati tumbuhan
dan fruiting bodies cendawan
|
1673
|
Anthony van Leeuwenhoek
|
Membuat lensa berkemampuan memperbesar sampai 300X dan
mendeskripsikan mikroba secara detail
|
1872
|
Ferdinand Julius Cohn
|
Mempublikasi tulisan tentang bakteri dan membuat skema
klasifikasi Bacillus
|
1872
|
Oscar Brefeld
|
Menumbuhkan jamur dari spora di media gelatin
|
1872
|
Joseph Schoeter
|
Menumbuhkan koloni bakteri di potongan kentang
|
1877
|
Robert Koch
|
Mengembangkan teknik pewarnaan bakteri, fotografi bakteri, dan
preparasi preparat
|
1881
|
Robert Koch
|
Mengembangkan media padat dan metode memperoleh kultur murni
|
1882
|
Angelina Fannie
Walter Hasse
|
Mengembangkan agar sebagai pemadat media
|
1884
|
Hans Christian Grams
|
Mengembangkan teknik pewarnaan bakteri (pewarnaan Gram)
|
1887
|
Julius R. Petri
|
Mengembangkan teknik kultivasi di cawan petri
|
1915
|
M.H. McCrady
|
Mengembangkan teknik kuantitatif analisa sampel air dengan
metode MPN
|
SEJARAH PERKEMBANGAN CABANG MIKROBIOLOGI
Pasteur. Koch dan ahli mikrobiologi lainnya tertarik pada
mikroba secara umum, maka ahli mikrobiologi selanjutnya mulai mempersempit area
permasalahan yang hendak dipelajari (spesialisasi). Persempitan area pemecahan
masalah selain untuk mengontrol permasalahan juga untuk mengasah ketrampilan
dan keahlian.
Imunologi
Penyakit tidak hanya tergantung pada mikroba penginfeksi,
tetapi juga respons manusia (inang) terhadap invasi. Respons inang terhadap
invasi patogen disebut sistem imun.
Pada awal abad 18 Eropa terjangkit wabah polio
(smallpox). Wabah ini menakutkan karena angka mortalitas sebesar 25% pada
dewasa dan 40% pada anak-anak. Seseorang yang pernah mengalami polio dan
bertahan hidup memperoleh benjolan di kulitnya. Ashley Montagu, istri seorang
duta besar Inggris untuk Turki menjadi orang pertama yang merasakan imunisasi
pertama kali teknik imunisasi, yaitu penyuntuikan di lengan. Teknik ini disebut
variolasi. Variolasi memiliki efek samping yaitu lesi kulit permanen. Tingkat
fatalitas metode variolasi adalah 1-2%. Sampai saat ini resiko fatal pada
imunisasi polio masih dijumpai, tetapi dengan angka yang relatif kecil 0,01%.
Edward Jener (1796) melihat bahwa seorang pemeras susu
yang terkena polio sapi (cowpox) tidak pernah terkena polio. Oleh karena itu,
dia menyuntikkan polio sapi ke anaknya, dan anaknya tetap sehat. Selanjutnya
dia malakukannya pada anak berusia 8 tahun lainnya. Teknin Jener ini disebut
vaksinasi. Teknik Jener merupakan teknik stimulasi sistem imun inang terhadap
patogen lemah, sehingga memberikan pengalam sistem imun ketika menghadapi
patogen lebih kuat dan mampu mengalahkannya.
Elie Metchnicoff, seorang ahli zoologi Rusia menemukan
sel-sel pemakan mikroba di dalam tubuh manusia. Dia menamakan fagosit yang
artinya sel pemakan. Dia mengembangkan beberapa vaksin.
Virologi
Virologi
muncul ketika patogen saat itu hanya bakteri dan mampu difiltrasi. Akan tetapi,
ketika filtrat masih mengandung patogen, maka dimulailah investigasi terhadap
agen penginfeksi lolos filtrasi bakteri. Martinus Beijerinck seorang ahli
botani mulai meneliti filtrat yang masih mengandung patogen.
Beijerinck pertama kali
mendeskripsikan virus, tetapi saat itu nama virus sudah digunakan sebagai agen
penginfeksi umum. Beijerinck, ahli mikrobiologi Belanda memperkenalkan istilah
molekul patogenik untuk merujuk virus. Wendell Stanley (1935), ilmuwan USA
mampu mengkristalisasi virus mosaik tembakau. Kristal virus tersebut mengandung
asam ribonukleat (RNA). Pada tahun 1952 ahli biologi USA Alfred Hershey dan
Martha Chase mampu mengisolasi material genetik lainnya dari virus yaitu DNA.
Kemoterapi
Paul Ehrlich (1878) ahli biologi Jerman menyatakan bahwa
pewarna atau kemikalia lainnya mampu membunuh sel mikroba tetapi tidak membunuh
sel hewan. Ehrlich mengusulkan istilah kemoterapi untuk teknik membunuh
mikroba. Ehrlich mempelajari teknik kemoterapi tehadap syphilis dan dia
melakukannya selama 17 tahun. Akhirnya dia menemukan agen kemoterapi terhadap
syphilis yaitu salvarsan. Salvarsan merupakan agen ke 606 yang dicobakan
Ehrlich terhadap bakteri Treponema
pallidum dan terbukti efektif.
Pada tahun 1922 Alexander
Fleming, seorang dokter Skotlandia menemukan lisosim (enzim) mampu membunuh sel
bakteriPada tahun 1928 Fleming menemukan bahwa kapang Penicillium mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus yang berada didekatnya.
Dia mampu mengidentifikasi substansi penghambat bakteri, yaitu penisilin. Akan
tetapi, isolasi penilsilin sangat sulit. Howard Florey dan Ernst Chain, seorang
ahli patologi Australia mampu mengisolasi dan memproduksi penisilin dan menjadi
kemoterapi utama selama Perang Dunia II. Ketiganya memperoleh Nobel bidang
fisiologi & kedokteran pada tahun 1945.
Isolasi Mikroba dari Lingkungan
Martinus
Beijerinckmengembangkan berbagai media untuk isolasi berbagai bakteri. Dengan
membuang molekul tertentu atau menumbuhkannya pada kondisi tertentu, maka dapat
diperoleh beberapa bakteri tertentu yang mampu tumbuh dan mencegah pertumbuhan
bakteri lainnya. Beijerinck mengembangkan teknik isolasi bakteri penambat
nitrogen aerob, yaitu dengan meniadakan nitrogen di media tetapi menyediakan
nitrogen di udara. Dia mampu mengisolasi bakteri penambat nitrogen aerob yaitu Azotobacter. Dengan teknik serupa
Beijerinck mampu mengisolasi bakteri pereduksi sulfat aerob seperti Lactobacillus, alga hijau, dan mikroba
lainnya.
Sergei Winogradsky juga
tertarik pada bakteri tanah, khususnya bakteri yang terlibat dalan siklus
nitrogen dan sulfur. Dia mampu mengisolasi bakteri yang terlibat dalam siklus
nitrogen dan sulfur. Winogradsky juga mampu mengisolasi bakteri pengoksidasi
sulfat dan pemakan hidrogen sulfida, yaitu Beggiatoa.
Pada saat mempelajari Beggiatoa dia
menemukan bahwa Beggiatoa mampu
menyintesis karbon organik dari karbon dioksida. Oleh karena itu dia
mengusulkan istilah autotrof untuk bakteri yang mampu menyintesis karbon
organik dari karbon dioksida.
Berdasarkan kinerja
Beijerinck dan Winogradsky, maka timbul antusiasme dalam mengklasifikasikan
bakteri seperti pada hewan dan tumbuhan yang pernah dilakukan Linnaeus. Pada
tahun 1909 Sigurd Orla Jensen mengusulkan skema klasifikasi bakteri berdasarkan
fungsi dan kemampuan bakteri. Usulan tersebut bergulir dan menghasilkan suatu
manual identifikasi dan klasifikasi bakteri yang diberi nama Bergey’s manual of
Determinative Bacteriology (1923).
Perkembangan identifikasi
dan klasifikasi bakteri cukup pesat dengan diterimanya teknik perbandingan
material genetik yang diusulkan oleh Brian McCarthy dan E.T. Bolton pada tahun
1961 untuk melacak hubungan kekerabatan (filogeni). Carl Woese mengunakan
komparasi material RNA 16S ribosom sebagai kunci menentukan filogeni. Teknik
ini dipakai sebagai karakter utama penentuan hubungan kekerabatan pada bakteri
dan mikroba prokariota lainnya. Carl Woese mengusulkan Kerajaan baru yaitu
Arkhaea untuk bakteri bakteri ekstrim berdasarkan urutan RNA 16S ribosom.
Genetika Mikroba
Pada tahun 1928 Frederick Griffith, seorang ilmuwan
Inggris menemukan bahwa bakteri dapat berubah dari non-patogen menjadi patogen
secara alami. Percobaan Griffith menunjukkan bahwa tikus yang diinjeksi bakteri
non-patogen hidup dan bakteri patogen mati, mengalami kematian. Hasil isolasi
bakteri pada tikus tersebut hanya menghasilkan bakteri patogen. Proses
perubahan ini diusulkan oleh Griffith sebagai transformasi. Selanjutnya, pada
tahun 1940 Oswald Avery, Maclyn McCarthy dan Colin MacLeod menunjukkan bahwa yang
bertanggung jawab terhadap proses transformasi adalah DNA.
Setelah penemuan struktur DNA oleh james D. Watson dan
Francis Crick, maka perkembangan mikrobiologi menjadi luar biasa dan menuju era
genetika molekul. James D. Watson dipercaya sebagai Ketua dalam proyek genom
manusia (Human Genome Project). Proyek ini dianggarkan sebesar USD 3 milyar
selama 15 tahun dan dikerjakan oleh semua ahli genetika molekul di dunia.
Proyek ini bertujuan untuk memetakan urutan DNA manusia. Dengan demikian dapat
diketahui lokus-lokus DNA yang mengalami mutasi yang bertanggung jawab terhadap
fenotip dan genotip mutan.
Tugas
Setelah anda mebaca materi diatas buatlah analisis refleksi dari materi tersebut sesuai pemahaman Anda masing-masing! PENGANTAR
Apa yang anda pikirkan ketika
mendengar kata mikrobiologi? Anda pasti berpikir bahwa organisme sangat kecil
yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Anda mungkin juga berpikir
tentang organisme yang hanya dapat dilihat melalui mikroskop. Anda mungkin juga
berpikir tentang kuman yang dapat menimbulkan penyakit. Pikiran atau pendapat
tersebut tidak salah, karena semuanya dipelajari dalam mikrobiologi. Jadi
mikrobiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari organisme kecil dan
lingkungannya yang hidup di seluruh tempat di permukaan maupun perut bumi,
termasuk di dalam tubuh kita. Ukuran
mikroba dapat dilihat pada Gambar 1.1

Gambar 1.1 Ukuran sel berbagai
mikroba bersel tunggal dari yang terkecil sampai yang terbesar
NILAI PENTING
MIKROBIOLOGI
Mikroba (virus, arkhaea, bakteri,
jamur, protozoa, dan alga; lihat Gambar 1.2) hidup di dalam, di atas, dan
dekat tubuh kita. Mereka memiliki
pengaruh signifikan bagi manusia dalam kesehatan dan lingkungan. Mereka menjadi
model bagi kita untuk mempelajari proses kehidupan organisme lainnya.

Gambar 1.2 Beberapa jenis mikroba
seperti bakteri Escherichia coli (A),
algae fotosintetik Cyanobacterium
(B), jamur (C), virus Ebola (D), dan parasit protozoa (E)
Peranan
Mikroba dalam Kesehatan
Jika kamu bertanya bagaimana mikroba dapat menyebabkan
suatu penyakit? Pertama, penyakit dapat ditimbulkan oleh toksin yang
dikeluarkan oleh patogen (mikroba penyebab penyakit). Kedua, penyakit dapat
ditimbulkan oleh aktivitas pertumbuhan patogen tersebut. Ketiga penyakit ditimbulkan
oleh sisa sel (endotoksin) patogen mati. Di USA pada tahun 1900 mortalitas bayi
mencapai 50%. Pembunuh utamanya adalah patogen. Penemuan antibiotika dan
vaksinasi dan perbaikan sanitasi mampu mengurangi angka kematian akibat
patogen. Tabel 1.1 menyajikan daftar patogen penting pada manusia.
Tabel 1.1 Daftar patogen penting
bagi Manusia
|
Mikroba/Patogen
|
Jenis
|
Problem Kesehatan
|
|
Rotavirus
|
Virus
|
Penyebab
utama diare bayi di dunia
|
|
Parvovirus
B19
|
Virus
|
Anemia
|
|
Cryptosporidium parvum
|
Parasit
|
Diare
akut dan kronis
|
|
Ebola
|
Virus
|
Demam
hemoragik Ebola / Pendarahaan dan gagal ginjal
|
|
Legionella pneumophila
|
Bakteri
|
Legionnaire
/ penyakit PS
|
|
Hanta
virus
|
Virus
|
Demam
hemoragik
|
|
Campylobacter jejuni
|
Bakteri
|
Diare
|
|
Human
T-lymphotropic virus I (HTLV-I)
|
Virus
|
Kanker
darah / leukemia
|
|
Toxic
strains of Staphyloccus aureus
|
Bakteri
|
Toxic
shock syndrome
|
|
Escherichia coli O157:H7
|
Bakteri
|
Hemolytic
uremic syndrome
|
|
HTLV-II
|
Virus
|
Leukemia
|
|
Human
immunodeficiency virus (HIV)
|
Virus
|
Acquired
immune deficiency syndrome (AIDS)
|
|
Helicobacter pylori
|
Bakteri
|
Penyakit
saluran pencernaan
|
|
Entercytozoon bieneusi
|
Parasit
|
Diare
|
|
Cyclospora cayetanensis
|
Parasit
|
Diare
|
|
Human
herpesvirus-6 (HHV-6)
|
Virus
|
Penyakit
kulit (skin rash)
|
|
Hepatitis
E
|
Virus
|
Hepatitis
|
|
Ehrlichia chaffeensis
|
Bakteri
|
Infeksi
mirip influenza
|
|
Guanarito
virus
|
Virus
|
Demam
hemoragik Venezuella
|
Negara-negara maju mampu mengurangi dengan cepat angka
kematian akibat infeksi mikroba patogen, tetapi tidak demikian di negara-negara
berkembang. Masih banyak dijumpai beberapa penyakit lama (DBD, diare,
influenza) dan baru (AIDS dan Flu Burung) yang mampu mengurangi populasi
penduduk. Mengetahui sumber kontaminasi dan pembatasan pertumbuhan patogen
dalam makanan mampu megurangi angka kematian penyakit akibat patogen makanan
(food-borne pathogens).
Penemuan antibiotika untuk mengontrol dan meminimalisir
pertumbuhan mikroba (pada umumnya) dan
patogen (pada khususnya) memberikan harapan terhadap penuruan angka kematian
akibat infeksi patogen. Akan tetapi, pengunaan antibiotika yang tidak
terkontrol ternyata menimbulkan masalah baru yaitu resistensi mikroba terhadap
antibiotika. Staphylococcus aureus
merupakan salah satu patogen resisten terhadap antibiotika yang sebelumnya
efektif terhadap dirinya.
Manfaat
Mikroba bagi Manusia
Mikrobiologi muncul pertama kali akibat keingintahuan
manusia untuk mengatasi berbagai penyakit khususnya akibat infeksi patogen.
Tidak dapat dipungkiri banyak mikroba yang menguntungkan manusia, tetapi tidak
dipelajari secara intensif. Sadar atau tidak kita banyak mengkonsumsi makanan
yang merupakan hasil aktivitas mikroba, bahkan kita juga mengkonsumsi mikroba
(hidup) tersebut. Tempe, tauco, kecap, oncom, dan tape merupakan makanan hasil
fermentasi mikroba khas Indonesia.
Selain sebagai fermentor, mikroba juga berperan dalam
membantu hewan dan tumbuhan dalam pertumbuhannya. Bakteri rumen berperan
penting dalam mendegradasi makanan (rumput-rumputan) hewan ruminansia, sehingga
mudah dicerna dan diserap oleh pencernaan hewan tersebut. Bakteri bintil akar
(Gambar 1.3) berperan penting sebagai penyedia nitrogen bagi tanaman leguminosa
(kacang-kacangan).

Gambar 1.3 Akar tanaman
kacang-kacangan yang terdapat bakteri bintil akar (kiri) dan yang tidak (kanan)
Peranan
Mikroba dalam Lingkungan
Mikroba mampu hidup di semua jenis lingkungan dari
lingkungan yang ekstrim (kiri; misalnya lingkungan bernilai pH<6) sampai
lingkungan yang ekstrim (kanan; misalnya lingkungan bernilai pH>). Mikroba
mampu hidup di perut bumi (daerah magma) maupun di dasar laut terdalam (sedimen
palung laut). Mikroba juga berperan sebagai penyeimbang alam. Sebagai
penyeimbang, mikroba mampu berperan sebagai produsen maupun dekomposer,
sehingga rantai makanan tidak terputus.
Sebagai produsen mikroba mampu memfiksasi karbon dioksida
menjadi sumber karbohidrat seperti dilakukan oleh sianobakteri Chlorella dan Spirogyra. Bahkan beberapa mikroba mampu menyediakan molekul
organik bagi pertumbuhan tumbuhan. Salah satu molekul organik tersebut adalah
amonia (NH3) yang diproduksi oleh mikorba penambat nitrogen seperti Rhizobium dan Anabaena.
Mikroba
sebagai Model Mempelajari Proses Kehidupan
Para ahli biologi sering mengunakan mikroba sebagai model
dalam mempelajari proses kehidupan organisme lainnya (tumbuhan dan hewan).
Seorang ahli ekologi sering menggunakan mikroba dalam mempelajari proses rantai
makanan dan mengidentifikasi molekul hasil dekomposisi. Ahli biokimia sering
mengunakan mikroba dalam mempelajari proses dan jalur-jalur metabolisme. Hampir
semua proses pewarisan keturunan dan sifat molekul DNA & RNA dipelajari
ahli genetika dari mikroba.
Mikroba memiliki
keunggulan yang tidak dimiliki oleh hewan maupun tanaman dalam hal sebagai
berikut
- Struktur mikroba sederhana.
- Pertumbuhan dan reproduksi
mikroba sangat cepat.
- Hanya memerlukan ruangan kecil.
- Biaya relatif murah dan
terjangkau.
Sehingga secara ekonomis dan ilmiah mikroba merupakan model yang
sangat baik untuk mempelajari kehidupan.
Genetika menjadi berkembang pesat setelah penemuan
struktur DNA dan transfer genetik yang menggunakan mikroba sebagai model.
Biologi sel dan molekul juga sering mengunakan mikroba sebagai model
mempelajari struktur dan aktivitas sel dan molekul. Teknik penentuan
kekerabatan organisme sekarang menuju ke arah molekul yang mana berkembang dari
penentuan kekerabatan mikroba.
CAKUPAN
MIKROBIOLOGI
Mikrobiologi
adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari makhluk hudup mikro. Oleh karena itu,
cakupan mikrobiologi meliputi 2 hal yaitu variasi (species) mikroba dan variasi
kajian ahli mikrobiologi.
Variasi
Mikroba
Berdasarkan
struktur sel, mikroba dibagi menjadi 2 jenis yaitu mikroba non-seluler dan
mikroba seluler. Mikroba seluler dibagi menjadi mikroba prokariota dan
eukariota.
Virologi
Virologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari
virus. Virus merupakan mikroba non-seluler yang bersifat paogen. Terdapat
perbedaan pendapat pada ahli biologi tentang virus. Pendapat pertama menyatakan
virus bukan organisme, dia hanya sebuah partikel. Pendapat lainnya menyatakan
virus adalah organisme karena dia mampu bereproduksi meskipun tidak independen.
Oleh karena itu, virus adalah partikel hidup yang mampu menginfeksi sel dan
hidup di dalamnya layaknya organisme. Mempelajari virus merupakan keniscayaan
ahli biologi karena semua virus adalah parasit dan patogen baik bagi manusia,
hewan, tumbuhan, dan mikroba seluler. Beberapa virus yang penting bagi manusia
adalah HIV, virus flu burung (H5N1), virus influenza, virus polio, dan virus
mozaic tembakau.
Bakteriologi
Bakteriologi adalah ilmu pengetahuan
yang mempelajari bakteri (termasuk arkhaea). Bakteri merupakan mikroba
prokariota bersel tunggal. Bakteri memiliki keanekaragaman yang menakjubkan,
baik dari sisi species, biokimia, ekologi, dan patogenesis. Dari sisi species,
bakteri merupakan mikroba yang paling sulit dikelompokkan karena struktur sel
yang serupa dan mudah bermutasi sehingga mampu menimbulkan galur atau species
baru. Dari sisi biokimia, bakteri memiliki variasi metabolisme yang kompleks.
Metabolisme pada bakteri banyak yang mirip bahkan sama dengan hewan dan
tumbuhan, tetapi terdapat metabolisme khas bakteri dan tidak dijumpai pada
hewan maupun tumbuhan. Bakteri yang penting bagi manusia adalah E. coli, Streptococcus, Lactobacillus,
Rhizobium, dan Klebsiella.
Mikologi
Mikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari jamur
(khamir, kapang, cendawan). Jamur merupakan mikroba eukariota bersel tunggal
maupun banyak. Khamir merupakan jamur bersel tunggal, kapang merupakan jamur
bersel banyak berbentuk filamen (kapas), sedangkan cendawan merupakan jamur
bersel banyak berbentuk badan buah (fruiting bodies). Jamur yang penting bagi
manusia adalah khamir Saccharomeces
dan Candida, kapang Aspergillus dan Rhizopus, cendawanGanoderma.
Parasitologi
Parasitologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari
mikroba parasit. Mikroba parasit ini meliputi protozoa dan jamur. Parasitologi
tumpang tindih dengan protozoologi (mempelajari protozoa).
Variasi
Kajian Mikroba
Variasi kajian mikroba meliputi kajian dasar, kesehatan,
dan aplikasi. Kajian dasar mikroba meliputi biokimia dan fisiologi mikroba,
genetika mikroba, dan ekologi mikroba. Kajian kesehatan mikroba meliputi
imunologi, epidemologi, etiologi, kemoterapi, dan kontrol infeksi. Kajian
aplikasi meliputi teknologi fermentasi, mikrobiologi lingkungan, mikrobiologi
industri, mikrobiologi makanan, mikrobiologi farmasi, dan rekayasa genetika.
Biokimia dan
fisiologi mikroba adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari proses
metabolisme mikroba. Pada biokimia dan fisiologi mikroba yang dipelajari adalah
substrat, proses, dan produk metabolisme pada mikroba dalam kondisi normal
maupun terkondisi perlakuan. Genetika
mikroba adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari genetika pada mikroba.
Pada genetika mikroba yang dipelajari adalah proses informasi genetika secara
normal maupun terkondisi perlakuan. Ekologi
mikroba adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari lingkungan sekitar mikroba
baik mikro maupun makro.
Imunologi
adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari proses pertahanan sel inang terhadap
infeksi patogen. Kemoterapi adalah
ilmu pengetahuan yang mempelajari pengembangan molekul untuk terapi penyakit. Epidemiologi adalah ilmu pengetahuan
yang mempelajari frekuensi dan distribusi penyakit.
Teknologi
fermentasi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari teknik-teknik
fermentasi. Mikrobiologi lingkungan
adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari aplikasi mikroba dalam memperbaiki
lingkungan baik akuatik, teresterial, dan udara. Mikrobiologi industri adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari
aplikasi mikroba dalam produksi bahan aktif untuk keperluan industri. Mikrobiologi makanan adalah ilmu
pengetahuan yang mempelajari keamanan makanan dan minuman segar maupun awetan
dari kontaminasi mikroba. Mikrobiologi
farmasi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari pengembangan produksi
vaksin, antibiotika dan substansi lainnya dari mikroba. Rekayasa genetika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari teknik
rekayasa DNA untuk menghasilkan substansi dan species unggul.
SEJARAH AWAL
PERKEMBANGAN MIKROBIOLOGI
Pada 400 th SM
Hippocrates, seorang dokter Yunani meletakkan dasar etika kedokteran dan
sampai saat ini masih diberlakukan. Hippocrates yakin bahwa penyakit dapat
tersebar melalui benda maupun pakaian yang terkontaminasi. Pada saat yang sama
sejarahwan Yunani, Thucydides mengamati bahwa seorang yang telah sembuh dari
serangan wabah mampu berdekatan dengan penderita wabah tanpa terserang wabah
kembali. Pada 1 abad SM, Varo seorang penulis, menyatakan bahwa binatang kecil
takterlihat dapat masuk ke tubuh melalui mulut dan hidung dan dapat menyebabkan
suatu penyakit.
Pada tahun 1665, ilmuwan Inggris, Robert Hooke membuat
mikroskop (2 lensa) dan mengunakannya untuk mengamati irisan sel gabus. Dia
mencetuskan istilah sel sebagai ruang kecil.
Anthony van Leeuwenhoek,
seorang pedagang dan perajin lensa menghasilkan lensa dengan kemampuan
perbesaean sampai 300X dan bebas dari distorsi (Gambar 1.4). Dia mengamati
(dengan lensanya) banyak benda bergerak dari air tergenang, orang sakit, dan
cairan dari mulutnya dan menyebutnya sebagai animalcules. Selama bertahun-tahun
dia mengamati berbagai mikroba (protozoa, alga, khamir, jamur, dan bakteri)
dengan berbagai ukuran. Pada tahun 1670-an dia menulis hasil pengamatannya dan
mengirimkan ke Royal Society di London. Setelah kematian Anthony van
Leeuwenhoek tidak ada perkembangan mikrobiologi yang berarti. Hal ini karena
lensa karyanya tidak tersebar luas.

Gambar 1.4 Desain lensa Anthony van Leeuwenhoek
dan animalcules yang teramati
Teori Kuman
(The Germ Teory of Disease)
Teori kuman menyatakan bahwa mikroba dapat menyerang
organisme lain dan menyebabkan penyakit. Pada abad pertengahan banyak orang
percaya bahwa cairan kaldu jika dibiarkan akan menjadi keruh karena sesuatu
yang ada di dalam kaldu tersebut. Bahkan fakta menunjukkan bahwa penyebab
keruhnya kaldu adalah mikroba, tetapi orang masih percaya bahwa worms (larva
lalat atau belatung) berasal dari kaldu tersebut. Konsep demikian disebut Teori
Generasi Spontan (Spontaneous Generation).

Gambar 1.5 Desain percobaan
Francesco Redi untuk menumbangkan Teori Generasi Spontan
Usaha Penumbangan Teori Generasi Spontan
Francesco Redi, seorang dokter Italia melakukan
penelitian tentang asal usul belatung dengan merancang percobaannya seperti
terlihat di Gambar 1.5. Dari percobaannya Redi melihat bahwa belatung berasal
dari telur lalat bukan dari daging. Akan tetapi, hasil penelitian Redi belum
dapat menumbangkan Teori Generasi Spontan.
Lazzaro Spallanzani juga
berusaha menumbangkan Teori Generasi Spontan dengan mendidihkan kaldu dan
menyimpannya dalam wadah tertutup rapat selama berhari-hari dan kaldu tetap
bening. Akan tetapi, usahanya masih belum dapat meyakinkan banyak orang.
Baik Redi maupun Spallanzani gagal menumbangkan Teori
Generasi Spontan karena membuat pembatas antara bahan organik dengan udara
bebas. Kekurangan ini diperbaiki oleh Louis Pasteur (Gambar 1.6), seorang
kimiawan yang tertarik pada bidang fermentasi/mikrobiologi. Percobaan pasteur
mirip dengan percobaan Spallanzani, tetapi berbeda desain wadah kaldunya.
Pasteur mendisain labu leher angsa yang menyediakan kontak antara kaldu dan
udara bebas (Gambar 1.7). Berdasarkan percobaan Pasteur tersebut Teori generasi
Spontan tumbang.

Gambar 1.6 Louis Pasteur

Gambar 1.7 Desain percobaan Louis
Pasteur dengan labu leher angsa
Kontribusi Pasteur
Selain menumbangkan Teori Generasi Spontan Pasteur
mengembangkan teknik sterilisasi yang dikenal dengan nama Pasteurisasi.
Pasteurisasi merupakan teknik sterilisasi minuman beralkohol (wine), tetapi
kemudian dikembangkan untuk sterilisasi susu. Pasteur mengembangkan teknik
sterilisasi ini karena banyak wine yang mengalami kontaminasi, sehingga rasa
wine berubah menjadi asam.
Pasteur juga mengembangkan teknik vaksinasi. Vaksini
pertama yang dikembangkan Pasteur adalah vaksin rabies. Vaksin rabies diperoleh
dari sumsum tulang belakang kelinci. Vaksin rabies dicoba pertama kali ke hewan
percobaan, kemudian dicoba ke seorang anak kecil yang terkena rabies. Selang
beberapa hari anak tersebut sehat dan tidak mati.
Pada tahun 1894 Pasteur menjadi direktur sebuah institut
penelitian di Paris. Dia mendidik dan melatih banyak orang menjadi ilmuwan
handal. Pada tahun 1895 Pasteur meninggal, sebagai penghargaan institut yang
pernah dipimpinnya dinamakan Institut Pasteur.
Kontribusi Koch
Robert Koch (Gambar 1.8) seorang dokter Jerman dan pernah
dilatih di Institut Pasteur mencetuskan suatu postulat yang dikenal dengan nama
Postulat Koch. Postolat Koch memberikan metode dalam memperkokoh Teori Kuman,
Postulat Koch yaitu
- Agen penyebab
khusus harus dijumpai pada setiap kasus penyakit.
- Organisme
penyebab penyakit dapat diisolasi dalam kultur murni.
- Inokulasi kultur
tersebut ke orang sehat atau hewan harus menghasilkan penyakit yang sama.
- Organisme
penyebab penyakit dapat diisolasi dari orang atau hewan yang terinokulasi
dan sama dengan kultur murninya.
Koch juga mengembangkan
teknik isolasi dan pembuatan kultur murni dengan mengunakan substansi pemadat
yaitu agar. Teknik ini diperoleh atas saran Angelina Fannie dan Walter Hesse.

Gambar 1.8 Robert Koch
Sejak diformulasikan Postulat Koch dan pemakaian agar,
maka mikrobiologi berkembang menuju ke arah teknik dasar dalam mikrobiologi.
Perkembangan teknik dasar mikrobiologi terangkum dalam Tabel 1.2
Tabel 1.2 Perkembangan teknik dasar
mikrobiologi
|
Tahun
|
Penemu
|
Teknik
yang Dikembangkan
|
|
1664
|
Robert Hooke
|
Membuat mikroskop pertama dan mendeskripsikan sel mati tumbuhan
dan fruiting bodies cendawan
|
|
1673
|
Anthony van Leeuwenhoek
|
Membuat lensa berkemampuan memperbesar sampai 300X dan
mendeskripsikan mikroba secara detail
|
|
1872
|
Ferdinand Julius Cohn
|
Mempublikasi tulisan tentang bakteri dan membuat skema
klasifikasi Bacillus
|
|
1872
|
Oscar Brefeld
|
Menumbuhkan jamur dari spora di media gelatin
|
|
1872
|
Joseph Schoeter
|
Menumbuhkan koloni bakteri di potongan kentang
|
|
1877
|
Robert Koch
|
Mengembangkan teknik pewarnaan bakteri, fotografi bakteri, dan
preparasi preparat
|
|
1881
|
Robert Koch
|
Mengembangkan media padat dan metode memperoleh kultur murni
|
|
1882
|
Angelina Fannie
Walter Hasse
|
Mengembangkan agar sebagai pemadat media
|
|
1884
|
Hans Christian Grams
|
Mengembangkan teknik pewarnaan bakteri (pewarnaan Gram)
|
|
1887
|
Julius R. Petri
|
Mengembangkan teknik kultivasi di cawan petri
|
|
1915
|
M.H. McCrady
|
Mengembangkan teknik kuantitatif analisa sampel air dengan
metode MPN
|
SEJARAH PERKEMBANGAN CABANG MIKROBIOLOGI
Pasteur. Koch dan ahli mikrobiologi lainnya tertarik pada
mikroba secara umum, maka ahli mikrobiologi selanjutnya mulai mempersempit area
permasalahan yang hendak dipelajari (spesialisasi). Persempitan area pemecahan
masalah selain untuk mengontrol permasalahan juga untuk mengasah ketrampilan
dan keahlian.
Imunologi
Penyakit tidak hanya tergantung pada mikroba penginfeksi,
tetapi juga respons manusia (inang) terhadap invasi. Respons inang terhadap
invasi patogen disebut sistem imun.
Pada awal abad 18 Eropa terjangkit wabah polio
(smallpox). Wabah ini menakutkan karena angka mortalitas sebesar 25% pada
dewasa dan 40% pada anak-anak. Seseorang yang pernah mengalami polio dan
bertahan hidup memperoleh benjolan di kulitnya. Ashley Montagu, istri seorang
duta besar Inggris untuk Turki menjadi orang pertama yang merasakan imunisasi
pertama kali teknik imunisasi, yaitu penyuntuikan di lengan. Teknik ini disebut
variolasi. Variolasi memiliki efek samping yaitu lesi kulit permanen. Tingkat
fatalitas metode variolasi adalah 1-2%. Sampai saat ini resiko fatal pada
imunisasi polio masih dijumpai, tetapi dengan angka yang relatif kecil 0,01%.
Edward Jener (1796) melihat bahwa seorang pemeras susu
yang terkena polio sapi (cowpox) tidak pernah terkena polio. Oleh karena itu,
dia menyuntikkan polio sapi ke anaknya, dan anaknya tetap sehat. Selanjutnya
dia malakukannya pada anak berusia 8 tahun lainnya. Teknin Jener ini disebut
vaksinasi. Teknik Jener merupakan teknik stimulasi sistem imun inang terhadap
patogen lemah, sehingga memberikan pengalam sistem imun ketika menghadapi
patogen lebih kuat dan mampu mengalahkannya.
Elie Metchnicoff, seorang ahli zoologi Rusia menemukan
sel-sel pemakan mikroba di dalam tubuh manusia. Dia menamakan fagosit yang
artinya sel pemakan. Dia mengembangkan beberapa vaksin.
Virologi
Virologi
muncul ketika patogen saat itu hanya bakteri dan mampu difiltrasi. Akan tetapi,
ketika filtrat masih mengandung patogen, maka dimulailah investigasi terhadap
agen penginfeksi lolos filtrasi bakteri. Martinus Beijerinck seorang ahli
botani mulai meneliti filtrat yang masih mengandung patogen.
Beijerinck pertama kali
mendeskripsikan virus, tetapi saat itu nama virus sudah digunakan sebagai agen
penginfeksi umum. Beijerinck, ahli mikrobiologi Belanda memperkenalkan istilah
molekul patogenik untuk merujuk virus. Wendell Stanley (1935), ilmuwan USA
mampu mengkristalisasi virus mosaik tembakau. Kristal virus tersebut mengandung
asam ribonukleat (RNA). Pada tahun 1952 ahli biologi USA Alfred Hershey dan
Martha Chase mampu mengisolasi material genetik lainnya dari virus yaitu DNA.
Kemoterapi
Paul Ehrlich (1878) ahli biologi Jerman menyatakan bahwa
pewarna atau kemikalia lainnya mampu membunuh sel mikroba tetapi tidak membunuh
sel hewan. Ehrlich mengusulkan istilah kemoterapi untuk teknik membunuh
mikroba. Ehrlich mempelajari teknik kemoterapi tehadap syphilis dan dia
melakukannya selama 17 tahun. Akhirnya dia menemukan agen kemoterapi terhadap
syphilis yaitu salvarsan. Salvarsan merupakan agen ke 606 yang dicobakan
Ehrlich terhadap bakteri Treponema
pallidum dan terbukti efektif.
Pada tahun 1922 Alexander
Fleming, seorang dokter Skotlandia menemukan lisosim (enzim) mampu membunuh sel
bakteriPada tahun 1928 Fleming menemukan bahwa kapang Penicillium mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus yang berada didekatnya.
Dia mampu mengidentifikasi substansi penghambat bakteri, yaitu penisilin. Akan
tetapi, isolasi penilsilin sangat sulit. Howard Florey dan Ernst Chain, seorang
ahli patologi Australia mampu mengisolasi dan memproduksi penisilin dan menjadi
kemoterapi utama selama Perang Dunia II. Ketiganya memperoleh Nobel bidang
fisiologi & kedokteran pada tahun 1945.
Isolasi Mikroba dari Lingkungan
Martinus
Beijerinckmengembangkan berbagai media untuk isolasi berbagai bakteri. Dengan
membuang molekul tertentu atau menumbuhkannya pada kondisi tertentu, maka dapat
diperoleh beberapa bakteri tertentu yang mampu tumbuh dan mencegah pertumbuhan
bakteri lainnya. Beijerinck mengembangkan teknik isolasi bakteri penambat
nitrogen aerob, yaitu dengan meniadakan nitrogen di media tetapi menyediakan
nitrogen di udara. Dia mampu mengisolasi bakteri penambat nitrogen aerob yaitu Azotobacter. Dengan teknik serupa
Beijerinck mampu mengisolasi bakteri pereduksi sulfat aerob seperti Lactobacillus, alga hijau, dan mikroba
lainnya.
Sergei Winogradsky juga
tertarik pada bakteri tanah, khususnya bakteri yang terlibat dalan siklus
nitrogen dan sulfur. Dia mampu mengisolasi bakteri yang terlibat dalam siklus
nitrogen dan sulfur. Winogradsky juga mampu mengisolasi bakteri pengoksidasi
sulfat dan pemakan hidrogen sulfida, yaitu Beggiatoa.
Pada saat mempelajari Beggiatoa dia
menemukan bahwa Beggiatoa mampu
menyintesis karbon organik dari karbon dioksida. Oleh karena itu dia
mengusulkan istilah autotrof untuk bakteri yang mampu menyintesis karbon
organik dari karbon dioksida.
Berdasarkan kinerja
Beijerinck dan Winogradsky, maka timbul antusiasme dalam mengklasifikasikan
bakteri seperti pada hewan dan tumbuhan yang pernah dilakukan Linnaeus. Pada
tahun 1909 Sigurd Orla Jensen mengusulkan skema klasifikasi bakteri berdasarkan
fungsi dan kemampuan bakteri. Usulan tersebut bergulir dan menghasilkan suatu
manual identifikasi dan klasifikasi bakteri yang diberi nama Bergey’s manual of
Determinative Bacteriology (1923).
Perkembangan identifikasi
dan klasifikasi bakteri cukup pesat dengan diterimanya teknik perbandingan
material genetik yang diusulkan oleh Brian McCarthy dan E.T. Bolton pada tahun
1961 untuk melacak hubungan kekerabatan (filogeni). Carl Woese mengunakan
komparasi material RNA 16S ribosom sebagai kunci menentukan filogeni. Teknik
ini dipakai sebagai karakter utama penentuan hubungan kekerabatan pada bakteri
dan mikroba prokariota lainnya. Carl Woese mengusulkan Kerajaan baru yaitu
Arkhaea untuk bakteri bakteri ekstrim berdasarkan urutan RNA 16S ribosom.
Genetika Mikroba
Pada tahun 1928 Frederick Griffith, seorang ilmuwan
Inggris menemukan bahwa bakteri dapat berubah dari non-patogen menjadi patogen
secara alami. Percobaan Griffith menunjukkan bahwa tikus yang diinjeksi bakteri
non-patogen hidup dan bakteri patogen mati, mengalami kematian. Hasil isolasi
bakteri pada tikus tersebut hanya menghasilkan bakteri patogen. Proses
perubahan ini diusulkan oleh Griffith sebagai transformasi. Selanjutnya, pada
tahun 1940 Oswald Avery, Maclyn McCarthy dan Colin MacLeod menunjukkan bahwa yang
bertanggung jawab terhadap proses transformasi adalah DNA.
Setelah penemuan struktur DNA oleh james D. Watson dan
Francis Crick, maka perkembangan mikrobiologi menjadi luar biasa dan menuju era
genetika molekul. James D. Watson dipercaya sebagai Ketua dalam proyek genom
manusia (Human Genome Project). Proyek ini dianggarkan sebesar USD 3 milyar
selama 15 tahun dan dikerjakan oleh semua ahli genetika molekul di dunia.
Proyek ini bertujuan untuk memetakan urutan DNA manusia. Dengan demikian dapat
diketahui lokus-lokus DNA yang mengalami mutasi yang bertanggung jawab terhadap
fenotip dan genotip mutan.
Tugas :
Setelah anda membaca materi di atas, buatlah analisis refleksi mengenai materi tersebut sesuai dengan pemahaman Anda! (ditulis tangan dengan bersih dan rapi)